Selanjutnya pengelola TNGR memberi dua macam jenis warna kantong sampah. Satu untuk sampah sendiri dan satunya untuk sampah orang lain yang dipungut pada lintasan yang dilewati wisatawan atau pendaki gunung. Semua ketentuan tersebut harus dikelola oleh lembaga pengelola sampah TNGR agar terorganisir dan berkelanjutan. Utamanya dalam penanganan sampahnya. Sejak pengumpulan sampah sampai kepada pengolahan daur ulangnya yang akan dikelola bersama secara terorganisir antar kelembagaan bisnis pengolahan ex sampah wisatawan atau pendaki gunung. Perlu diketahui bahwa keanggotaan UGG network dibatasi empat tahun. Bila TNGR tidak dilestarikan, dirawat dengan baik utamanya masalah pengelolaan sampahnya tidak benar. Maka status dari UNESCO tersebut bisa hilang. Penetapan ini juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan yang akan meningkatkan perekonomian di NTB. Pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata dan industri rumahan dan kuliner pendukung pariwisata.






