Program Terobosan Kementan Wujudkan Swasembada Protein Hewani

*Kedua*, adalah penambahan sapi indukan Brahman Cross pada tahun 2015-2016 dan 2018. Sekitar 8.985 ekor sapi Brahman Cross telah didistribusikan ke 15 Provinsi di seluruh Indonesia. Ketut menerangkan dalam mendukung pengembangan ternak di Propinsi DIY, sejak tahun 2016-2018, telah difasilitasi bantuan ternak untuk Provinsi DIY sebanyak 451 ekor sapi potong, dan 20 ekor kambing.

*Upaya terobosan lainnya* yang tidak kalah penting adalah pengembangan Sapi Belgian Blue di Indonesia. Sapi ini berasal dari negara Belgia dan memiliki prosentase karkas yang tinggi karena memiliki karakteristik “double muscle”. Per tanggal 14 Juli 2019, telah lahir 392 ekor kelahiran sapi Belgian Blue hasil transfer embrio dan IB, dan sebanyak 475 ekor dalam keadaan bunting. Diharapkan pada tahun 2019 dihasilkan 1.000 pedet sapi Belgian Blue. “Melalui introduksi sapi BB ini diharapkan terciptanya rumpun sapi potong khas Indonesia yang mempunyai produktifitas tinggi untuk mendukung produksi sapi potong nasional” ujar Ketut.

Program terobosan tersebut tetap harus didukung dengan upaya peningkatan status kesehatan hewan, penjaminan keamanan pangan asal ternak, skim pembiayaan, investasi dan asuransi ternak dan lainnya. Ketut pun meminta pemerintah daerah untuk konsisten dalam menjaga keseimbangan struktur populasi ternaknya dan menginisiasi pembentukan wilayah sumber bibit pada daerah padat ternak.

*Gelar Potensi Ternak Sapi Kambing*

Pada kesempatan itu, Bupati Bantul, Suharsono menyampaikan kegiatan Gelar Potensi Ternak Sapi Kambing dan Gerobak di Kabupaten Bantul dalam rangka Makaryo Mbangun Deso” mengandung makna bahwa potensi ternak sapi dan kambing mempunyai nilai strategis sebagai pendorong pembangunan ekonomi di Bantul yang dimulai dari Desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *