
Dalam rangkaian Kunjungan Studi Diplomasi Anggota Komisi IV DPRI-RI juga membahas terkait platform kerjasama bilateral dibidang pertanian, perikanan dan kehutanan yang telah ada yakni Working Group on Agriculture, Fisheries and Forestry (WGAFF). Menurut Edhy Prabowo, Ketua Komisi IV DPR-RI selaku Ketua Delegasi menjelaskan bahwa kerjasama yang telah terjalin adalah dibidang transfer teknologi dan pengembangan SDM Pertanian. Kedepan, kerjasama untuk saling memperkuat ketahanan pangan dimasing-masing dan juga meningkatkan pertumbuhan komoditas pertanian yang berorientasi ekspor guna memperkuat sektor pertanian kedua negara.
Sementara itu untuk bidang perkarantinaan, Edhy menekankan pentingnya peningkatan pengawasan untuk komoditas yang dilalulintaskan antara kedua negara dengan memberikan notifikasi jika terdapat permasalahan perkarantinaan dimasing-masing negara. Seperti halnya Notify of Non Compliance (NNC) terhadap bunga bibit bunga Lili (Lilium sorbone) asal Belanda yang terkontaminasi penyakit yang belum ada di Indonesia, A1 yakni Rhodococus fascians. Benih terkontaminasi virus berbahaya ini yang masuk disepanjang awal tahun 2019 masing-masing di Bandar Udara Soekarno Hatta, Semarang dan Bandung. Dan semuanya telah dilakukan tindakan pemusnahan guna mencegah terjadinya wabah yang dapat mematikan upaya pengembangan Hortikultura di Indonesia. Kita saling mendukung untuk kelestarian SDA hayati, tugas yang cukup berat dan diperlukan kerjasama yang kuat, tegas Edhy.
Belanda sebagai satu dari empat negara yang telah menerapkan sertifikat elektronik dalam proses bisnis ekspor komoditas pertanian menjadi mitra dagang strategis bagi Indonesia. Berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST sampai dengan Juni 2019 nilai ekspor komoditas pertanian ke Belanda senilai Rp. 603,39 M masih surplus dibandingkan nilai impor dari Belanda senilai Rp. 273,66 M. Adapun jenis komoditas yang laris di pasar Belanda adalah belimbing, durian, jeruk, mangga, manggis, markisa dan buah naga. “Dengan berhasil
menembus persyaratan ekspor negeri Belanda, kita sekaligus dapat menerobos pasar negara-negara Eropa. Sejalan dengan arahan pak Mentan memacu ekspor, ini harus terus kita perkuat,” pungkas Jamil.






