Kementan Jaring Komunikasi dengan Eksportir dan Petani Pesiapkan Ekspor Buah Ke Argentina

“Kawasan sentra pisang bisa ditemukan mulai dari Deli Serdang hingga Majene. Sumatera utara mengembangkan pisang melalui kultur jaringan. Di sana bahkan pisang bsia dikloning agar sama ukurannya,” lanjut Suwandi.
Khusus salak, satu-satunya buah asal Indonesia ini berpeluang besar. Salak Indonesia lebih baik daripada salak Thailand. Di Jepang dan Belanda bahkan kaget ada buah seperti itu. Bisa ambil dari Tapsel. Selain salak, Suwandi mendorong nilai tambah manggis.

Suwandi bercerita bahwa Kementan sudah memilili aplikasi online beralamat aplikasi2.pertanian.go.id/sartika yang merupakan sistem informasi agribisnis hortikultura yang berisi data petani, eksportir, importir, trader, industri dan start up melalui aplikasi. Aplikasi ini dilengkapi pasokan dam harga komoditas pertanian yang penting diketahui stake holders.

“Forum ini ditindaklanjuti hingga pada proses ekspor serta ekspansi ke Eropa, Amerika, Timur Tengah termasuk penyelesaian kendala di lapangan,” jelas Suwandi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura Yasid Taufik menyebutkan dengan dibukanya kerja sama dengan Argentina tentunya menjadi peluang luar biasa. Masyarakat luar negeri menyukai buah buah – buah tropis seperti alpukat, durian, manga dan buah naga.

“Argentina dengan luas 2,78 juta km2 ini berpotensi untuk perdagangan komoditas hortikultura. Kita selama ini hanya ekspor nanas dan kunyit saja. Indonesia memiliki peluang pasar yang besar untuk komoditas buah-buahan. Kementan akan membantu hingga ke Konjen negara yang dimaksud,” papar Yasid.

Baran Wirawan, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kelembagaan menyebutkan neraca perdagangan pangan saat ini defisit. Indonesia bisa mengupayakan untuk mencapai surplus dalam perdagangan, salah satunya dengan meningkatkan ekspor komoditas hortikultura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *