Aseng, petani cabai asal Sumedang Jawa Barat, dsat dikonfirmasi terpisah mengatakan pasokan cabai ke pasar-pasar induk Jabodetabek masih berjalan normal. “Minimal 10 ton per malam kami kirim ke Pasar Induk Jakarta. Untuk cabai keriting kebanyakan akan memasuki akhir panen sedangkan cabai rawit justru sebaliknya mulai panen, berbuah lebat dan tahan sampai akhir tahun”, kata Aseng. Menurut informasi yang dihimpunnya, harga di tingkat petani Sumedang untuk cabai keriting Rp.35.000,hingga Rp.38.000,- per kg dan cabai rawit merah Rp.25.000,- hingga Rp.27.000,- per kg. “Harga naik sekarang ini hanya sementara kok, setelah pertanaman cabai di dataran rendah mulai panen normal maka harga juga akan normal”, ungkap Aseng.
Hasil pemantauan lapang yang dilakukan champion cabai asal Bandung, Juhara, melaporkan luas tanam Cabe Besar di wilayah Bandung pada bulan Maret mencapai 200 ha, April 160 ha dan Mei 125 ha. Dari hasil penanaman tersebut diiperkirakan akan dipanen cabai besar 118 Ha pada bulan Juli dengan produksi 1.107 ton, sedangkan pada bulan Agustus panen 125 Ha dengan produksi 1.196 ton. “Alhamdulillah pertanaman cabai di Kecamatan Pengalengan Bandung masih segar meski sudah masuk musim kemarau”, kata Juhara. (Red)






