Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kemenkop dan UKM, tahun 2018, 99% industri Indonesia ditopang oleh UMKM. Dengan total 62 juta unit Gojek yang tersebar di berbagai wilayah di nusantara, UMKM menjadi solusi
dalam menciptakan banyak lapangan kerja, dimana UMKM merupakan basis terbesar di tanah air dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional.
Kolaborasi antara Kemenkop dan UKM dengan Gojek ini, diharapkan dapat menjadi solusi dari tantangan-tantangan para pelaku UMKM melalui pelatihan dan edukasi bagi para pelaku UMKM agar mereka dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui teknologi.
“Program ini diharapkan dapat menciptakan dampak sosial yang positif dalam skala besar bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Senior Manager Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Gojek, Presthysa Nagitha mengatakan, UMKM berpotensi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. “Namun
demikian, terdapat tantangan yang dihadapi oleh UMKM mulai dari keterbatasan pada akses pasar yang lebih luas, akses ke teknologi, serta akses pada peningkatan skill,” kata Presthysa.
Karena itu, dia menyatakan, Gojek sebagai perusahaan teknologi terdepan di Indonesia, berkomitmen untuk membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan skala bisnis dan memperluas pasarnya.
“Komitmen ini ditunjukkan melalui program Gojek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara (Go-Nusantara), sebuah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka,” ujarnya menambahkan.
Program ini, kata Presthysa, bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.






