Ocha dan pemimpin suporter PSM lainnya pun menganggap Persija tidak layak meragukan keamanan laga setelah mendapat jaminan dari Kapolrestabes, wali kota, CEO PSM, serta perwakilan dari klub supporter.
“Kami ini merasa dibohongi oleh Persija. Semalam sudah ada pertemuan yang sangat meyakinkan, bahkan dengan mempertaruhkan jabatan. Tidak ada yang pantas diragukan apalagi pengamanan telah dilipatgandakan,” sesal Ocha.
Lanjutnya, dua keputusan yang dikeluarkan PSSI yang hanya berselang beberapa jam, sangat mencontohkan wajah sepak bola dalam negeri yang tidak baik.
“Awalnya keluar surat keputusan laga tetal berjalan, berselang beberapa saat meluar lagi bahwa laga dibatalkan. Saya secara pribadi menganggap, perempuan tidak pantas berada dalam struktur PSSI karena terlalu terbawa perasaan,” terangnya.
Seperti diketahui, PSSI saat ini lebih banyak dikendalikan oleh Sekjennya yang merupakan seorang perempuan, yakni Ratu Tisha. (Porosnusatara-Nurul)






