Semakin masyarakat mengenal tentang Direktorat Jenderal Hortikultura, semakin besar pemahaman masyarakat mengenai hortikultura. Informasi dapat diterima secara utuh dan menyeluruh.
Menyadari kebutuhan informasi sebagai bagian dari peningkatan teknologi, Kabag Evaluasi dan Layanan Rekomendasi, Purnomo Nugroho memaklumi bahwa pemerintah perlu mengikuti perkembangan yang ada. Semua aspek berkaitan dengan teknologi. Pemerintah harus dapat mengikutinya kalau tidak ingin tertinggal.
“Pada segmen berita yang setiap hari disajikan, perlu kita perinci kembali pada website dan termaktub dalam layanan PPID. Kita perlu bekerja sama menghidupkan struktur layanan di website. Bentuk segera mekanismenya dan saya yakin kita bisa,” papar Purnomo.
Berkaca pada pengalaman, informasi dan data yang diberikan oleh Ditjen Hortikultura selalu _up date_ dan valid. Pemberian data dan informasi yang diberikan senantiasa utuh dan menyeluruh.
“Contoh keterbukaan informasi publik yang dilakukan Direktorat Jenderal Hortikultura kepada masyarakat di antaranya mengenai bawang putih. Masyarakat membutuhkan informasi menyeluruh mengenai program swasembada dan itu kita berikan,” ujar Kasubbag Hukum dan Humas Ditjen Hortikultura, Rico Simanjuntak.
Mengakui pernah berada di peringkat terendah, Ditjen Hortikultura bertekad menjadi yang terbaik. Penyempurnaan dan perbaikan layanan diperbaiki satu per satu.
“Kami sedang memperbaiki pelayanan PPID termasuk perpustakaan dan arsip. Perbaikan PPID juga di antaranya ruang informasi sebagai _front desk_ sebagai fasilitas tatap muka. Ke depan akan dipadukan PPID dengan arsip dan perpustakaan,” ujar Rico optimistis.






