Kemudahan Izin Kementan, Bogor Raup Puluhan Miliar Ekspor Tanaman Hias ke 10 Negara

 
 

“izin ekspor tanaman hias diproses oleh Kementan. Kami menjamin prosesnya gratis dan cepat secara online. Kementan menerbitkan surat izin pengeluaran ekspor dalam waktu 3 jam bagi dokumen yang clear and clean. Jadi kami cepat dan mudah prosesnya online selama dokumennya lengkap,” tegasnya.

 

“Dengan begitu kami yakin, investasi budidaya tanaman hias dalam negeri meningkat dan volume ekspor pun ikut naik,” sambung Suwandi.

Pada kunjungan ini, Legal Manajer, PT Monfori Nusantara, Luki Nanda Wardana mengatakan pihaknya mengekspor tanaman hias sebanyak 4,5 juta planlet per tahun dengan nilai lebih dari Rp 20 miliar. Untuk tahun 2019 ini ditargetkan ekspor 6,0 juta planlet.

Luki menambahkan tanaman hias yang diekspor tersebut ada 240 jenis lebih diantaranya aglaonema, anthurium, syngonium, tacca, epipremnum, sirih gading, hanjuang dan lainnya. Ada lebih dari 140 jenis tanaman dari impor, jadi miniplantnya impor seperti Lomandra, Anigozanthos, Dianella, Macropidia dan lainnya.

“Kita perbanyak dengan kultur jaringan disini dan hasilnya diekspor lagi. Ini sudah ekspor ke 10 negara seperti Australia, New Zealand, Amerika, Belanda, Jepang, Rusia, Afrika Selatan, dan lainnya, jelasnya,” tuturnya.

“Biaya produksi kultur jaringan ditekan efisien, melibatkan 100 pegawai dari masyarakat sekitar Kemang Bogor, ini di lahan 2,9 hektar. Ya harga jualnya bagus sehingga masih ada marjin lumayan,” imbuhnya.

.

Luki menyebutkan adapun ke depan rencana perluasan pasar baru yakni ekspor ke Rusia dan Afrika Selatan. Ke depan pun dengan menambah volume bagi pelanggan negara eksisting. Pasar terbesar 40 persen ke Australia dan 30 persen ke Amerika. Selanjutnya, komoditasnya juga sedang masuk ke dendrobium dan lainnya.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *