Tim Kementan dan Satgas Pangan Telusuri Penyebab Besarnya Disparitas Harga Ayam

“Alhamdulillah, harga LB perlahan sudah naik, hal ini membuktikan upaya bersama Kementan bersama stakeholder perunggasan mulai membuahkan hasil” jelas Fini.

Mengungkap fenomena disparitas harga LB dan daging ayam, Fini menjelaskan informasi dilapang bahwa peran broker dalam rantai suplai ayam sangat besar, dimana broker bisa bermain dalam menentukan harga yang berakibat adanya disparitas harga di produsen dan konsumen. Lanjut Fini, perilaku penjualan daging ayam ras broiler dari hampir seluruh pelaku usaha ayam ras broiler masih bermuara di pasar tradisional dalam bentuk LB dan hot karkas sehingga rentan terhadap kelebihan pasokan dan permainan oleh pihak tertentu yang mengakibatkan disparitas harga yg besar antara produsen dan konsumen.

“Oleh karena itu sesuai dengan Permentan Nomor 32/2017, Pemerintah mewajibkan pelaku usaha yang memproduksi LB minimal 300.000 per minggu harus memiliki RPHU dan Cold Storage untuk menampung karkas dari RPHU” tutupnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *