Langgeng berpendapat, untuk penangkar kategori UMKM, keberanian PB Paguyuban Putra berinvestasi laboratorium kultur jaringan adalah hal yang cukup berani dan patut diapreasiasi.
Berada di lahan seluas 5 hektare, penangkar ini memiliki fasilitas screen house sebanyak 14 buah dan laboratorium kultur jaringan sebanyak 1 unit. . Adapun karyawan yang dimiliki sejumlah 22 orang. Saat ini tidak kurang ada 40 varietas krisan yang dikembangkan, antara lain varietas pelangi, puspita nusantara, yulimar, solinda, pompon dan lainnya. Sedangkan varietas benih kentang yang diproduksi adalah Granola L.
Kapasitas produksi benih krisan rata-rata mencapai 450 botol plantlet dalam sebulan. Sementara kentang sekitar 400 botol plantlet per bulan dan produksi benih kentang per musim untuk kelas G1 sebanyak 1,5 ton, kelas G2 sekitar 6 ton dan G3 sebanyak 30 ton. Benih-benih hasil kultur jaringan sebagian besar masih digunakan sendiri.
Sejalan dengan besarnya potensi pasar dan gairah petani yang ada saat ini, pemerintah diharapkan dapat lebih memberikan perhatian kepada penguatan industri perbenihan pada kedua komoditas ini.
“Bantuan pemerintah lain berupa gudang pasca panen, peralatan packing dan genset pembangkit listrik di Malino ini tentunya akan sangat berarti bagi kami dalam mewujudkan produk krisan bermutu serta mendukung percepatan realisasi program Malino Kota Bunga sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,” ujar Andi. (Red)






