KANTOR DPC HANURA KAB WAJO- SULSEL di datangi Masyarakat Koalisi Peduli Arifuddin (KPA)

Ketua DPC HANURA KAB WAJO Andi Syahrial Makkuradde

Poros Nusantara,Wajo-Sulsel – Sekelompok masyarakat yang menamakan diri Koalisi Peduli Arifuddin (KPA)mendatangi kantor DPC HANURA KAB WAJO-SULSEL,dijalan Budi Utomo Sengkang kab Wajo (4/5/2019).

Kedatangan Koalisi Peduli Arifuddin (KPA),untuk menyampaikan aspirasinya terkait adanya aksi unjuk rasa di Makassar (3/5/2019) yang di lakukan oleh koalisi MAPERA dan GMPI Peduli Rakyat.

Mereka meminta ketua DPC Partai Hanura Kab Wajo,Andi Syahrial Makkuradde untuk mempertahankan Muhammad Arifuddin sebagai kader Partai Hanura dan calon legeslatif (caleg) peraih suara terbanyak di dapil V(Takkalalla,Bola,Perang,Sajoangin) kab Wajo.

“Sebagi caleg peraih suara terbanyak di dapil V,masyarakat tentu ,sangat menginginkan Muhammad Arifuddin untuk mewakili mereka di DPRD WAJO”,ungkap kordinator KMPA,Herianto Ardi kepada awak media.

BACA JUGA  Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Rakor 3 Pilar Kec. Cilincing Undang Pengurus Gereja

Lanjut Herianto Ardi,apa yang di aspirasikan oleh MAPERA dan GPMI bukanlah pelanggaran pemilu .Di ketahui,Muhammad Arifuddin terlibat tindak pidana penggelapan barang.

Pada tahun 2017 ,salah satu media melansir bahwa dari OTT Polres Wajo menemukan ratusan pupuk bersubsidi yang di peruntukan untuk warga Pangkep yang di alihkan ke Wajo.Hingga sumber menyatakan,pada akhir Maret 2019,caleg Muhammad Arifuddin inkra dengan vonis 4 bulan penjarah.
Namun halnya,Andi Syahrial Makkuradde (Ketua DPC Hanura Kab Wajo) memandang kasus yang menimpah kadernya bukanlah hal yang merugikan partainya .

“Ini bukanlah pelanggaran pemilu,dan Arifuddin pun tidak melanggar AD/ART Partai Hanura,Kejaksaan juga sudah melakukan upaya banding tapi hasilnya justru memperkuat hasil Pengadilan Negeri Sengkang hukuman percobaan 1 tahun.Karena tidak puas kejaksaan kembali melakukan upaya kasasi maka turunlah vonis penjara 4 bulan,yang sementara dia jalani penahananya”,ungkap Asmarata panggilan akrabnya saat di hubungi WhatSApp nya oleh Poros Nusantara.

BACA JUGA  PERINGATI HARI WAYANG SEDUNIA, PEMKO SAWAHLUNTO GELAR FESTIVAL WAYANG NUSANTARA DI LAPSEG

“Kasus pidana yang menimpa kader kami ini,keluar paska penetapan DCT dan baru inkra sebelum pemilihan caleg.Jadi tidak ada alasan untuk memecat sebagai kader.Harapan kami,aksi unjuk rasa yang berlangsung di makassar tempo hari ,Jumat(03/05/2019) semoga tidak di tunggangi kader Hanura lainnya,tentu itu membahayakan dirinya,kalau memang ada kader yang tunggangi”pungkasnya.
(Bust).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *