Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada delegasi Imam-imam Palestina, mengutip kembali pernyataan Prof. Abd Al-Fattah yang sebelumnya menyinggung pendidikan sebagai kunci melawan penjajahan.
“Pasti ini pengaturan Allah, hari ini (kemarin, Red) bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional,” ujar Anies.
Anies pun menyatakan sambutannya kepada para tamunya tersebut.
“Kami menyambut Anda bukan semata-mata sebagai Imam, tapi sebagai saudara dekat. Kenapa, karena kami juga pernah dijajah. Kami tahu rasa sakitnya dijajah dan dihinakan. Dan seperti Anda juga, kami memulai perjuangan melawan penjajah dengan ilmu dan pendidikan. Waktu di Amerika saya punya banyak teman Palestina. Dan saya jadi tahu, Palestina adalah di antara bangsa yang jumlah doktornya terbanyak di dunia,” ujarnya.
Anies menegaskan bahwa komitmen Indonesia kepada perjuangan Palestina bukan basa-basi. Indonesia akan selalu bersama Palestina dan siap mendukung perjuangan Palestina sampai kapanpun, sampai Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha merdeka.
“Selamat datang di Jakarta, selamat datang di Indonesia. Selamat memperkuat persaudaraan antara rakyat Indonesia dan Palestina.”
Anies pun meminta kepada para imam Palestina tersebut untuk menemui sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia, terkhusus selama Ramadhan 1440H/2019M.
“Temuilah sebanyak mungkin rakyat Indonesia. Tinggalkan jejak kebaikan sebanyak mungkin, dan jadikanlah ini Ramadhan terbaik untuk mereka.”
Kedatangan para imam Palestina tersebut dalam program Siraman Manis (Silaturrahim Ramadhan Imam-imam Palestina ke Indonesia) yang diselenggarakan oleh Sahabat Al-Aqsha, Jaringan Silaturrahim Keluarga-keluarga Indonesia-Palestina.
Program ini berlangsung selama bulan Ramadhan 1440 H di lebih dari 20 kota dan kabupaten di Indonesia.* (Sahabat Al-Aqsha)






