“Kurun 2017 – 2019, Kementerian Pertanian menggelontorkan APBN lebih dari Rp 26,6 miliar khusus untuk pengembangan bawang putih di Magelang. Kami optimis kejayaan bawang putih Magelang bisa dibangkitkan kembali baik melalui APBN maupun wajib tanam importir,” tukasnya.
Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman mewakili Dirjen Hortikultura saat melakukan panen raya bawang putih di lahan kemitraan PT Sentosa Indo Permata dengan Kelompok Tani Sidomulyo 2, Desa Madyogondo, Kecamatan Ngablak, (29/4) mengatakan potensi lahan di daerah Ngablak masih sangat luas dan potensial ditanam bawang putih.
“Kami sangat mendukung upaya dinas dan importir yang gencar melakukan ekspansi tanam. Dari yang biasanya hanya di lereng Gunung Sumbing, saat ini telah meluas ke wilayah timur di lereng Gunung Merbabu, Gunung Andong dan Gunung Telomoyo,” ujar Sukarman.
Diakui Sukarman, lahan di lokasi ini sangat bagus dan tersedia ribuan hektare. Petaninya juga antusias. Hasil panen bawang putih varietas Lumbu Kuning di kawasan tersebut ternyata juga tidak kalah dibandingkan dengan di wilayah barat yang sudah terlebih dulu ada.
“Buktinya hasil panen di Ngablak ubinannya mencapai 12 ton per hektar. Ini luar biasa,” tambah Sukarman semangat di hadapan ratusan petani setempat.
Sukarman mengatakan seluruh hasil panen tahun 2018 lalu akan dijadikan benih untuk musim tanam 2019. “Tentu yang bisa dijadikan benih adalah yang umbinya bagus. Kalau tidak bisa dijadikan benih, bisa dijual sebagai konsumsi,” tutur pria yang akrab dipanggil Karman ini.
Hasil panen bawang putih lokal, lanjut Karman, akan dikawal oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) menjadi benih bermutu untuk musim tanam berikutnya.
“Sampai 2021, Bapak Menteri Pertanian mentargetkan swasembada tercapai. Lebih cepat lebih baik,” ujarnya optimis.






