Bagi Anda yang ingin membuka usaha kosmetik herbal, sudah pasti membutuhkan izin kelayakan produk agar aman digunakan. Berikut syarat izin dari Badan Pengawasan Obat dan makanan (BPOM):
Syarat Mengurus Izin BPOM untuk Produk Kecantikan
- Daftarkan Perusahaan ke bagian Registrasi BPOM
- Perusahaan harus memiliki Surat Izin Produksi
- Perusahaan harus memiliki SIUP Kosmetik
- Perusahaan harus memiliki Sertifikat Merk
- Perusahaan harus memenuhi syarat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dari BPOM
- Untuk pembayaran dilakukan setelah produk dievaluasi dan memenuhi standar keamanan
C. Cara Pembuatan Produk Home Spa yang Baik (CPKB)
Salah satu persyaratan untuk mendapatkan izin dari BPOM, pelaku usaha harus memenuhi syarat dalam pembuatan kosmetik yang baik dan benar. Berdasarkan keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI No: HK.00.05.4.3870 pembuatan kosmetik yang benar perlu sangat diperhatikan, mengingat kosmetik merupakan suatu produk yang sudah sangat dibutuhkan masyarakat. Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) merupakan salah satu faktor penting untuk dapat menghasilkan produk kosmetik yang memenuhi standar mutu dan keamanan.
Syarat Produksi:
- Air yang digunakan benar-benar yang berkualitas,
- Bahan awal (bahan baku & pengemas) hendaklah diperiksa dan diverifikasi,
- Bahan awal harus memiliki label yang jelas,
- Bahan harus bersih dan diperiksa kemasannya terhadap kemungkinan yang terjadi ,
- Bahan harus memiliki catatan yang lengkap mengenai nama bahan yang tertera pada label, bukti penerimaan dan nama pemasok,
- Pasokan yang tidak memenuhi spesifikasi hendaknya ditandai dan dipisahkan,
- Setiap produk antara produk awal dan produk akhir hendaknya diberi nomor identitas produksi (bets) yang dapat memungkinkan penelusuran kembali riwayat produk,
- Penimbangan sebaiknya menggunakan peralatan yang telah dikalibrasi dan dicatat,
- Hendaknya dilakukan pengawasan yang seksama terhadap kegiatan pengolahan,
- Hasil akhir proses produksi harus dicatat,
- Cairan, krim atau lotion harus diproduksi sedemikian rupa untuk mencegah dari kontaminasi mikroba dan lainnya,
- Peralatan pengemasan harus bersih dan berfungsi baik,
- Selama proses pengemasan dan pelabelan berlangsung, harus diambil contoh secara acak dan diperiksa,
- Setiap pengemasan dan pelabelan harus ditandai secara jelas untuk mencegah campur baur,
- Semua produk harus dikarantina terlebih dahulu. Setelah dinyatakam lulus uji oleh bagian Pengawasan Mutu dimasukkan ke gudang produk jadi. Barulah produk bisa didistribusikan,
* Bahan-bahan kimia yang tidak boleh digunakan untuk membuat produk kosmetik:
- Sodium Lauryl Sulfat (SLS)
- Laureth Sodium Sulfat (SLES)
- Merkuri ( Hg) / Air Raksa
- Hydroquinon
- Parafin Oil, mineral oil
- Formaldehid
- Vaseline Petroleum
- Pewarna
D. Strategi Marketing dalam Menjual Produk Kosmetik Herbal
- Selalu menjaga kualitas dari produk kosmetik herbal Anda. Jangan pernah sekalipun berpikir untuk menurunkan kualitas karena salah satu strategi marketing yang baik adalah jangan biarkan konsumen pergi karena kecerobohan atau kecurangan Anda karena sekali konsumen pergi maka akan sangat mungkin jika konsumen lain akan pergi karena efek penyebaran berita melalui mulut ke mulut.
- Berlakukanlah sistem potongan harga untuk pembelian diatas jumlah nominal tertentu, misalnya setiap pembelian Rp 100.000 berhak mendapat diskon 10%. Hal ini dilakukan agar konsumen ingin selalu membeli produk kosmetik herbal Anda karena potongan-potongan harga yang menguntungkan konsumen.
- Selalu mengikuti acara-acara seperti pameran yang diadakan baik di Jakarta maupun di kota lainnya. Apabila produk kosmetik herbal Anda sering berada di pameran maka secara tidak langsung brand produk Anda akan dikenal orang karena intesitas kemunculan yang tinggi.
- Buatlah testimoni yang langsung berasal dari pernyataan para pengguna produk kosmetik herbal Anda dan pastikan semua testimonial itu asli serta tidak dibuat-buat. Dengan adanya testimoni tersebut, dapat menambah nilai plus dari kosmetik herbal Anda karena sudah terbukti ampuh dan berkhasiat.
Buatlah keagenan di dalam menjual produk kosmetik herbal Anda dan biarkan agen yang menjalankan fungsi pasar. Agar proses menjalankan fungsi pasar dilakukan dengan baik oleh agen, berikanlah harga beli yang menarik kepada agen agar agen juga merasa nyaman berbisnis dengan Anda dan tidak mempunyai pemikiran untuk berhenti bekerjasama dengan Anda dalam menjual produk kecantikan herbal Anda. (Raka)






