Lebih lanjut, Setiaji memberikan saran kepada Tim Aplikasi Jago agar meningkatkan keselamatan kerja penyedia jasa dan pengguna jasa sehingga dapat memberikan layanan terbaik. “Pasalnya, sudah banyak warga sudah menerapkan gagasan semacam ini. Tinggal bagaimana pelayanan yang mudah, cepat dan tepat serta semuaskan bagi para penggunanya. Itulah aplikasi yang diminati oleh masyarakat,” ujarnya.
Tim Audiensi Aplikasi Jago juga didampingi pembuatnya yaitu Heri, pria asal Bengkulu. Menurutnya, kehadiran Aplikasi menfasilitasi pengangguran yang punya skil. Pasalnya, ada juga pengangguran yang tidak punya skil seperti sarjana dan ada juga pengangguran yang tidak sempat mengenyam pendidikan tapi punya skil. “Jadi Kami akan menfasilitasi mereka yang masih menganggur tersebut dengan memanfaatkan Aplikasi Jago agar bertemu dengan pengguna jasa sesuai dengan keahlian masing-masing. Artinya, waktu saya buat aplikasi ini, terbesit dalam hati, jika Aplikasi Jago sudah berjalan, maka saya dapat menjawab persoalan pengangguran tersebut,” ujarnya.
Terlebih lagi, kata heri, sekarang era sudah mengarah ke online, dari konvensional sudah banyak mulai ditinggalkan oleh orang zaman sekarang, maunya mudah, cepat, instan bahkan jadi orang kaya pun inginya instan. “Jadi, disini mempertemukan antara penjual jasa yang punya keahlian atau skil tetapi dia tidak bekerja menjadi pegawai swasta atau pegawai negeri. Disisi lain, mereka tidak punya kemampuan menjual skil karena keterbatasan komunikasi kepada orang lain. Mudah-mudahan dengan Aplikasi Jago terjawabkan,” harapnya.
Laporan : Windarto






