“Saya ingin KKP membuat kapal minimal 1.000 – 3.000 setiap tahunnya. Harus bisa, kenapa tidak? Karena saya tahu di Pangandaran juga dulu waktu saya juga masih mengerjakan perikanan, bengkel kayu kecil saja satu minggu bisa mengerjakan 5 – 10 (kapal),” tuturnya.
Untuk itu, ia menginginkan pembenahan sistem tata kelola APBN agar lebih efektif dan efisien, yang berorientasi pada hasil. Hal ini dapat dicapai dengan menyederhanakan aturan yang dapat menghambat pengadaan.
Oleh karena itu, Ia ingin agar tender di KKP direncanakan dan laksanakan dengan baik. “Agar kita sebagai pemerintah dapat membelanjalankan anggarannya sehingga menjadi efisien, efektif, dan kuantitas dan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan cukup untuk sebuah langkah besar membangun ekonomi perikanan dan kelautan.”
Menteri Susi juga menginginkan agar penggunaan APBN KKP memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi stakeholder kelautan dan perikanan. Dengan perbaikan sistem pengadaan di sektor perikanan tangkap, budidaya, sarana prasarana untuk SDM, dan sebagainya.
Perbaikan diharapkan terjadi dengan memperkuat koordinasi, sinkronisasi, keterpaduan, serta sinergi antar kegiatan yang didanai melalui APBN. Mengubah pola lama dalam pelaksanaan program dan kegiatan, misalnya tidak menumpuk pekerjaan pada waktu tertentu dan tidak menumpuk penggunaan anggaran di akhir tahun.
Semua harus fokus bekerja dan terus meningkatkan koordinasi diseluruh jajaran sehingga APBN KKP dapat menjadi katalisator pembangunan, dan terus menggandeng sektor swasta untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.
“KKP, ini PR Anda semua. Perusahaan-perusahaan, para pengusaha hari ini yang hadir juga tolong menjadi lebih profesional, accountable, dan bisa deliver. Kita memohon kepada LKPP untuk menjadi fitur utama menuju accountability ini. Selamat bekerja untuk membuat perencanaan-perencanaan dalam pengadaan barang dan jasa yang benar, accountable, dan profesional. Jaga integritas kita semua. Saya minta betul-betul semuanya dilakukan dengan ketulusan, kita ini bekerja membangun untuk bangsa dan negara kita,” tandasnya.






