Painem salah satu peserta pameran mengungkapkan awalnya membuat produk UKM yang didorong oleh keinginan membantu ekonomi keluarga. Saat itu, dirinya mendapatkan informasi dari Dinas Koperasi dan UKM tentang pelatihan dan pembinaan bisnis. Disitu diajarkan cara pengemasan yang baik dan menarik agar bisa masuk minimarket. “Selain itu, juga diajarkan memasarkan produk secara online dan marketplease,” ungkapnya.
Sementara itu, sambutan Walikota Depok yang dibacakan oleh Eka Bakhtiar, Deputi Ekonomi dan Pembangunan, Walikota Depok mengatatakan masalah yang sering dihadapi oleh UKM adalah akses permodalan yang membutuhkan persyaratak ribet, seperti harus ada sertifikat tanah dan lain sebagainya. “Memang modal menjadi hambatan bagi para UKM, makanya kita akan bantu sehingga mereka dapat mengembangkan usahanya,” Ujar Eka.
Hal senada juga disampaikan oleh Heru Nyoma selaku Event Organizer bahwa event tahunan sangat berpeluang bagi para UKM untuk memasukan produknya ke mall-mall yang terdiri dari fashion, kerajinan dan kuliner.
“Dengan begitu, jaringan pemasarannya makin luas dan omsetnya meningkat. Jadi, Depok Expo 2018 adalah even tahunan yang ikuti sebagian besar oleh para UKM sekota Depok hasil binaan Dinas Koperasi dan UKM yang dapat meningkatkan kualitas produk sehingga makin diminati oleh konsumen,” ujarnya.
Laporan : Windarto






