Sekjen Harris Munandar menyatakan, saat ini banyak kampanye hitam terhadap dunia industri kelapa sawit di Indonesia. Kampanye negatif ini menjadi pengekangan dan ancaman tersendiri di Indonesia yang hembuskan oleh dunia Eropa. Isu yang dihembuskan yakni kelapa sawit Indonesia tidak ramah terhadap lingkungan, merusak alam, hingga kebun sawit yang dibangun dalam kawasan hutan. ” Ini harus dilawan dengan menunjukan kualitas sawit Indonesia yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan “, tandasnya.
Penelitian terhadap turunan kelapa sawit yang dijadikan menjadi komoditi tersendiri menjadi tugas bersama, agar mampu menyaingin isu negatif atas dunia kelapa sawit Indonesia. Sementara itu Bupati Harris mengatakan seminar internasional dalam peringatan Harteknas menjadi kesinambungan program di Kawasan Teknopolitan. Bukan perkara mudah mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya.

Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh. ” Kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan Kawasan Teknopolitan ini. sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit “, tukasnya.

Dijelaskan, seminar ini diharapkan bisa menunjang 7 Program Strategis Pemerintah Daerah, yakni Pelalawan Inovatif. Menurutnya, sekitar 75 persen masyarakat Pelalawan menggantungkan hidup melalui perkebunan sawit. ” Melalui seminar ini, petani kebun kita tidak hanya diharapkan menjadi pemilik dan pekerja kebun saja, tetapi bisa mandiri yang bukan hanya pemilik, namun bisa mengolah sendiri dan memasarkannya langsung “, ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Pelalawan itu optimis, pelaksanaan seminar internasional akan membuat bangsa Indonesia maju dan bahkan bisa sejajar dengan negara lain, terutama dalam penerapan teknologi dan inovasi.





