Guna mematangkan langkahnya ini pihak penyelenggara atau pemilik gagasan ini telah melakukan beberapa hal demi terealisasi sesuai tujuan tersebut, yakni melakukan survey dalam populasi kecil sekitar 200 warung di Jakarta dan Bekasi. Membantu usaha tanpa modal kepada para kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga, mengajak generasi muda yang tidak memiliki pekerjaan untuk menjadi entrepreneur muda yang kreatif, dan juga terlibat didalam manajemen usaha mikro dilingkungan sekitar. Selain itu juga menjadi penghubung dari pihak industri kepada para retail. Kemudian meyakinkan pihak bank untuk memberikan bantuan modal dengan bunga rendah.
Sisi menarik dari Jawara ini, dalam dua tahun yakni periode (2018-2020) telah merencanakan target-target yang terukur, seperti merekrut warung secara nasional selama dua tahun sebanyak 200.000 anggota. baik di kota-kota besar maupun di lokasi-lokasi terpencil. Kemudian merekrut para relawan yang kreatif dan inovatif untuk peningkatan pendapatan usaha mikro ditiap-tiap daerah. Selanjutnya merekrut para pengusaha kecil agar bisa bersaing dengan produk nasional, serta mengajak para organisasi non profit untuk bergabung mensukseskan program pemberdayaan ekonomi lokal.
Untuk menarik minat masyarakat menekuni bisnis ini sudah barangtentu memiliki sisi keunggulan, sehingga siapapun yang bergabung tak perlu melewati hal-hal rumit yang selama ini menjadi menu wajib harus diikuti, tetapi sekaligus menjadi kendala bagi pemula. Misalnya terkait persyaratan bank yang terlalu ketat dan prosedural, lambatnya penanganan funder/bank untuk merealisasikannya. Kapasitas kuantiti pembelian produk dari industri masih dibawah standar dan kesulitan tempat/kantor perwakilan di tiap wilayah, sehingga tidak menyakinkan para pedagang.






