Gambir Masuk Komoditas Resi Gudang Bisa jadi Pembiayaan Alaternatif bagi Koperasi dan UKM

Bukittinggi, Poros NUSANTARA – |Indonesia adalah negara pengekspor gambir terbesar di dunia. Sekitar 80% produksi dan pasar ekspor gambir dunia berasal dari Indonesia. Sebanyak 90% produksi gambir Indonesia berasal dari provinsi Sumatera Barat. Dari jumlah itu, 67% berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota.

Adanya potensi yang besar ini, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, pun menggelar kegiatan brtemakan ‘Sinergi Program Sistem Resi Gudang, Kerjasama Investasi, dan Paket Kebijakan Ekonomi” di Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (22/2). Acara tersebut bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi serta Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten 50 Kota.

BACA JUGA  Kementan Tegaskan Kebijakan Wajib Tanam Bawang Putih Tetap Dilanjutkan

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Muhammad Idris dan dihadiri 150 petani KUMKM sektor usaha pertanian, perikanan, peternakan, dan sektor usaha lain yang berdomisili di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten 50 Kota.

BACA JUGA  Kemenkop dan UKM Gelar Bimtek Bagi Satgas Pengawas Koperasi

Sementara Asdep Pengembangan Investasi Usaha, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop dan UKM, Sri Istiati, menegaskan, bahwa kegiatan ini untuk menjembatani para petani agar kesejahteraannya meningkat.

“Melihat sebagian besar petani di Bukittinggi merupakan petani gambir. Dimana gambir menjadi komoditas daerah dengan keunggulan komparatif yang harus benar-benar diperhatikan. Karenanya, sangat memungkinkan untuk masuk Sistem Resi Gudang,” jelasnya.

BACA JUGA  Kementan dan Pemda Papua Panen Pedet Hasil UPSUS SIWAB di Keerom

Masih jelas Istiati, Sistem Resi Gudang (SRG) menjadi solusi bagi petani dalam mengatasi musim panen. Dengan adanya SRG, petani tidak harus segera menjual hasil panen karena dapat menyimpan hasil panennya di gudang. SRG ini salah satu solusi untuk mengatasi harga jual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *