oleh

Nasib Ribuan Guru Wiyata Bakti Di Kab. Cilacap Memprihatinkan

Rencana Pemerintah Meningkatkan Kwalitas Pendidikan Diduga Sebatas Opini.

Cilacap, Poros Nusantara – Ribuan guru Wiyata Bakti ( WB)  dikab. Cilacap belum jelas nasib mereka. Seiring adanya wacana pemerintah pusat utuk mengangkat para WB jadi Aparatur Sipil Negara (ASN)  para guru WB sangat berharap besar nasib para WB diperhatikan oleh pemerintah Pusat bahkan Daerah. Namun kapan kah para wiyata bakti mendapatkan janji dari pemerintah untuk diangkat secara betahap jadi ASN.?

Tampaknya belum ada tanda-tanda akan sesegera mungkin hal itu terjadi. Menurut beberapa orang kepala sekolah ditingkat Sekolah Dasar (SD) baik tingkat SMP berdasarkan konfirmasi Poros nusantara terkait nasib WB disalah satu kantor UPT.

BACA JUGA  Babinsa Warbah Bekali Wawasan Kebangsaan Bagi Murid SD YPK Waren

Dik But Kabupaten Cilacap kamis 31/08 mengatakan, jika pemerintah tidak segera memperhatikan/ mengangkat para guru honor jadi pegawai tetap, bisa jadi bahwa wacana pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendik Bud) untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah sebatas Opini atau Wacana.

Beberapa kepala sekolah mengatakan sedemikian didasari oleh banyaknya guru disetiap sekolahan salah satunya di sekolah dasar tidak berimbangnya guru berstatus PNS dengan guru honor. Bisa dibilang masing-masing sekolah hanya memiliki guru PNS sebanyak 3 orang. Sementara tenaga honor rata – rata diatas 5 orang. Jika dikaji dengan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN pusat tidak mampu menunjang pembayaran honor WB pada level yang lebih layak dikarenakan dana tersebut terkuras untuk anggaran kegiatan pendidkan dimasing – masing sekolah. Juga berbenturan dengan aturan penggunaan dana BOS yang diperbolehkan hanya 20% untuk pembayaran honor wiyata bakti sesuai juklak dan juknis.

BACA JUGA  Riset Pro Komponen I Tahun 2019 Resmi dibuka oleh Kemenristekdikti

Sementara untuk memperjuangkan honor WB ke posisi yang lebih layakpemerintah  melarang sekolah melakukan pungutan. Pertanyaan beberapa kepala sekolah  pada Poros nusantara adalah bagaimana mungkin kami bisa melakukan tekanan terhadap guru honor dengan relatip gaji rendah dan apa jurus yang harus kepala sekolah gunakan untuk patuh dan taat pada keingin pemerintah meningkatkan mutu pendidikan jika tidak didukung dengan honor yang layak bagi WB ?

BACA JUGA  Werisa Clinic Miliki 7 Cabang Klinik Kecantikan

Dikutip dari hasil pembicaraan antara Poros Nusantara dengan beberapa kepala sekolah rangkumannya adalah niat pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah srbatas wacana juga Opini. Jika ditinjau dari sisi aturan yang dibuat oleh Men dik bud pusat, diduga program tersebut over dikarenakan tidak didukung dengan besaran anggaran dana BOS juga banyak nya guru honor yang berpenghasilan rendah antara Rp 200.000 ,- hingga Rp.300.000,- perbulannya. Wacana pemerintah meningkatkan kwalitas pendidikan di negeri ini agar ditinjau dan dikaji ulang secara matang dan butuh faktor pendukung lainnya untuk dipikirkan secara matang.

Laporan: Berman.S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini