DANREM 161/WS BEKALI 1.600 MAHASISWA UNWIRA

KUPANG, POROSNUSANTARA – Danrem 161/Wira Sakti (WS) Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan kepada sekitar 1.600 Mahasiswa Baru Universitas Katholik Widya Mandira (Unwira) Kupang. Pembekalan buat mahasiswa ini disampaikan Danrem di GOR Oepoi Kupang, Kamis (31/8/2017).

Dalam press release Korem 161/Wira Sakti yang diperoleh Poros Nusantara menyebutkan di hadapan seluruh mahasiswa baru yang sedang melaksanakan masa orientasi tersebut Danrem menjelaskan tentang situasi global saat ini terkait populasi dunia dan kebutuhan pangan serta energi.

Danrem menggambarkan perbandingan jumlah penduduk dan ketersediaan pangan yang tidak seimbang. “Malthus dalam teorinya mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk berdasarkan deret ukur sementara ketersediaan pangan berdasarkan pada deret hitung”, sebut Danrem.

Selanjutnya Danrem juga menyinggung terkait gaya hidup masa kini yang banyak dipengaruhi kemajuan teknologi. Selanjutnya saat ini terjadinya konflik di dunia, 70 prosen disebabkan oleh latar belakang energi. Energi tersebut terbatas tetapi menjadi rebutan.

21247770_1916995495290805_1813983517_oMenurut Jenderal Bintang Satu yang juga mantan Wadan koppasus ini, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Maka potensi ini satu sisi dapat menguntungkan negara kita sekaligus menjadi kerawanan dan ancaman karena menjadi incaran pihak luar.

Ancaman lain terhadap eksistensi negara kita adalah adanya ancaman bahaya masuknya Narkoba yang jumlahnya cukup banyak dan tidak mudah dibendung. Bila ini dibiarkan maka Bangsa Indonesia akan mengalami lost generation. Generasi muda bangsa dipengaruhi dan dirusak dengan Narkoba tersebut. Kewaspadaan lain adalah adanya gerakan terorisme dan paham radikal yang dapat merongrong dengan menyebarkan paham yang bertentangan dengan ideologi negara Pancasila.

Danrem juga menekankan penggunaan media sosial yang bila disalahgunakan akan dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Seperti untuk memfitnah atau menyampaikan ujaran kebencian, seperti yang kerap terjadi belakang. “Derasnya media sosial juga tidak bisa dibendung, yang bisa kita lakukan adalah menyikapi dengan bijak”, sebut Danrem.

Sementara Rektor Unwira Pater Yulius Yasinto, SVD.,M.A., M.Sc., mengatakan mengapresiasi kegiatan pembekalan yang diberikan Danrem 161/Wira Sakti terkait tentang wawasan kebangsaan. Terlebih mahasiswa sebagai generasi muda perlu dibekali pengetahuan tentang wawasan kebangsaan untuk menanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan bela negara.

“Kegiatan seperti ini tidak akan terhenti sampai disini, kita akan berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lain yang lebih bersifat implementasi lapangan”, sebut Rektor Unwira.

Laporan: */Siaran Pers Korem 161/WS/Erni Amperawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *