Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Basudara Maluku (PBM) Kalimantan Barat Periode Tahun 2026-2031

IMG-20260716-WA0137

Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Basudara Maluku (PBM) Kalimantan Barat Periode Tahun 2026-2031

Pontianak – Porosnusantara co id. (Kamis 16/07/2026). Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Basudara Maluku (PBM) Kalimantan Barat resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026-2031. Acara pengukuhan berlangsung khidmat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Pengukuhan ini mengusung tema: “Bersama 23 Paguyuban Lintas Etnis Yang Tergabung Dalam Perkumpulan Merah Putih Provinsi Kalimantan Barat Kita Sinergitas Membangun Kalimantan Barat Melalui Seni dan Budaya Kedaerahan”. Tema tersebut menjadi komitmen PBM untuk memperkuat persatuan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui pelestarian seni dan budaya.

Ketua Perkumpulan Basudara Maluku Kalimantan Barat yang dikukuhkan, Bung Samuel Solisa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PBM hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi masyarakat Maluku di Kalimantan Barat, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan antar etnis.

“Kami berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh paguyuban yang ada. Kekuatan Kalimantan Barat ada pada keberagamannya. Melalui seni, budaya, dan gotong royong, kita bisa bersama-sama membangun daerah yang lebih maju dan harmonis,” ujar Bung Samuel Solisa.

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan 23 Paguyuban lintas etnis yang tergabung dalam Perkumpulan Merah Putih Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran berbagai paguyuban ini menjadi simbol kuatnya semangat kebinekaan dan kolaborasi dalam bingkai NKRI.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan SIP. M.Si dalam sambutannya mengapresiasi pengukuhan PBM dan peran aktif paguyuban dalam menjaga stabilitas sosial. Beliau berharap PBM bersama 23 paguyuban lainnya dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam mempromosikan potensi seni dan budaya kedaerahan sebagai daya tarik serta penguat identitas Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *