PorosNusantara.co.id – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (8/6/2026). Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke level 5.486,31. Hingga pagi hari, tekanan jual masih mendominasi pasar saham domestik.
Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham mengalami penurunan. Pada sesi pagi, sebanyak 548 saham melemah, sementara hanya 102 saham menguat dan 91 saham bergerak stagnan. Kondisi ini memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Analis menilai pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen domestik dan global yang membuat investor cenderung mengambil sikap hati-hati atau wait and see. Tekanan pasar juga terjadi setelah IHSG mengalami koreksi tajam pada pekan sebelumnya.
Penyebab IHSG Turun
Beberapa faktor yang dinilai menjadi penyebab melemahnya IHSG pada Senin (8/6/2026) antara lain:
1. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Rupiah yang berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat membuat investor asing lebih berhati-hati terhadap aset berisiko di Indonesia. Pelemahan mata uang domestik turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.
2. Aksi Jual Investor Asing
Dalam beberapa hari terakhir, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti sektor perbankan dan komoditas. Tekanan jual tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan indeks.
3. Kekhawatiran Risiko Fiskal dan Ekonomi Domestik
Pelaku pasar masih mencermati kondisi fiskal nasional, termasuk potensi pelebaran defisit anggaran dan dampak perlambatan ekonomi terhadap kinerja emiten. Kekhawatiran ini membuat investor memilih menahan ekspansi investasi di pasar saham.






