Rupiah Melemah ke Rp18.064 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Membayangi

Porosnusantara.co.id | JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp18.064 per dolar AS, turun sekitar 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp18.049 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang di kawasan Asia. Penguatan dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi global menjadi faktor yang membebani pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski sempat dibuka di zona merah, pergerakan rupiah pada pagi hari berlangsung fluktuatif. Berdasarkan data perdagangan, rupiah sempat bergerak menguat ke kisaran Rp18.017 per dolar AS sebelum kembali menghadapi tekanan pasar. Pengamat memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari masih cenderung berfluktuasi dengan risiko pelemahan yang tetap terbuka.

Sehari sebelumnya, rupiah ditutup melemah 0,46 persen ke level Rp18.049 per dolar AS. Pelemahan tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik, termasuk ketidakpastian geopolitik global yang mendorong investor mencari aset aman seperti dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bank sentral juga memperketat aturan pembelian dolar AS guna mengurangi tekanan spekulatif terhadap rupiah.

Pemerintah menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang kuat. Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus dilakukan untuk memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan nasional.

Para pelaku pasar kini mencermati sejumlah sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, perkembangan geopolitik internasional, serta arus modal asing yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *