Muncul Dugaan Penyimpangan Pelaksanaan MBG di Sanggau Kapuas, Masyarakat Minta Audit Menyeluruh

Muncul Dugaan Penyimpangan Pelaksanaan MBG di Sanggau Kapuas, Masyarakat Minta Audit Menyeluruh

Sanggau, Kalimantan Barat – Porosnusantara co id. Sejumlah pihak di Kabupaten Sanggau menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul berbagai laporan dan keluhan terkait dugaan penyimpangan dalam proses pengelolaan program di daerah tersebut.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan adanya dugaan praktik jual beli titik pelaksanaan program sebelum pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan. Selain itu, terdapat pula dugaan adanya pungutan atau fee yang berkaitan dengan pembayaran sewa fasilitas operasional yang disebut-sebut melibatkan sejumlah pihak dalam rantai koordinasi program.
Tidak hanya itu, sejumlah sumber juga mempertanyakan mekanisme penggunaan yayasan yang terlibat dalam pelaksanaan program. Beberapa pihak meminta dilakukan audit independen untuk memastikan seluruh yayasan yang terlibat memiliki legalitas, fungsi, dan aktivitas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, muncul pula dugaan adanya ketidaksesuaian harga dalam pengadaan bahan makanan yang digunakan untuk mendukung operasional program. Dugaan tersebut mendorong sejumlah elemen masyarakat meminta transparansi yang lebih besar terhadap proses pengadaan dan penggunaan anggaran.
Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya pelanggaran pidana terkait dugaan-dugaan tersebut. Namun berbagai laporan yang beredar telah memunculkan tuntutan agar dilakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.
Sorotan terhadap tata kelola MBG semakin menguat setelah terjadinya pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan proses hukum yang menjerat mantan kepala lembaga tersebut. Perkembangan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan program, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Pesan serupa juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center pada 3 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya integritas seluruh pihak yang terlibat dalam program dan meminta para mitra untuk membenahi diri serta menjauhi praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan pelanggaran.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa apabila terdapat indikasi penyimpangan di daerah, maka langkah terbaik adalah melakukan audit administrasi, audit keuangan, serta pemeriksaan terhadap seluruh proses pengadaan dan penunjukan mitra. Menurut mereka, transparansi dan akuntabilitas merupakan syarat utama agar tujuan program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai.
Sejumlah tokoh masyarakat di Sanggau berharap pemerintah dan aparat berwenang dapat menindaklanjuti setiap laporan secara profesional dan objektif. Dengan demikian, seluruh dugaan yang berkembang dapat diperjelas melalui proses pemeriksaan yang sah, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *