Umum  

Nusantara Halid Grup dan Grand Seleron Indonesia Wujudkan Investasi Pabrik Truk Listrik Pertama di Indonesia Senilai Rp10 Triliun

Porosnusantara.co.id |

Jakarta, 16 April 2026 — Nusantara Halid Grup (NH Group) bekerja sama dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) berhasil mengajak Cang Kuang Mining Machinery (CKMM) untuk merelokasi pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik dari Changzhou, China, ke Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp10 triliun.

Direktur Utama PT Nusantara Halid Grup, Andy Nursyam Halid, menyampaikan bahwa NH Group juga melibatkan sejumlah mitra industri pendukung. Di antaranya Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, perusahaan Battery Energy Storage (BES) yang berbasis di Changzhou, China, yang akan memasok sistem baterai untuk CKMM.

Rencana investasi tersebut telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Lahan Industri (PJLI) seluas 8 hektare antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dan PT Almas Mandiri Anugerah (AMA), anak usaha Grand Seleron Indonesia, di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon pada 26 Februari 2026. Lahan tersebut direncanakan akan diperluas menjadi 50 hektare untuk pengembangan pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik, dengan nilai investasi lahan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama, Direktur Utama KSI Dazul bersama Direktur Pemasaran Rachman dan Manajer Pemasaran Yoyok melakukan kunjungan ke pabrik CKMM di Changzhou pada 3 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau langsung sistem pengisian energi listrik untuk truk di Pelabuhan Changzhou. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian energi selama satu jam untuk operasional hingga 12 jam.

Selain itu, PT Nusantara Halid Grup juga tengah menjajaki kerja sama dengan Hunan Iron & Steel Group (HISG) untuk mendukung kebutuhan bahan baku PT Krakatau Steel. Produk baja dari HISG akan digunakan sebagai bahan baku produksi truk listrik, alat berat, dan tongkang. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu produsen baja terbesar di Provinsi Hunan, Tiongkok, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 30 juta ton, didukung sekitar 36.000 karyawan serta total aset sekitar 200 miliar yuan.

Di sisi lain, PT Nusantara Halid Grup juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd untuk pengembangan pasar di Indonesia, khususnya pada produk Battery Energy Storage (BES). Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Andy Nursyam Halid bersama Direktur Li Jian Dow.

Penulis: Rudi CoyEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *