3 Prajurit TNI Gugur dan 5 Terluka dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon Oleh Serangan Israel

Porosnusantara.co.id | Internasional – 3 pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia tewas di Lebanon selatan pada hari Senin, 30 Maret 2026. insiden ini, mendorong Prancis untuk menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

pada awal kejadan, dikonfirmasi oleh Unites Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ada dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, salah satunya luka parah, ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Misi tersebut menggambarkannya sebagai insiden fatal kedua yang melibatkan personelnya sejak akhir pekan.

Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan pada hari Minggu, UNIFIL mengatakan seorang penjaga perdamaian tewas pada Sabtu malam “ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr” di Lebanon selatan. Disebutkan pula bahwa seorang penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis.

“Tidak seorang pun seharusnya meninggal dunia demi memperjuangkan perdamaian,” kata UNIFIL.

Misi tersebut mengatakan telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan apa yang terjadi. Pernyataan itu tidak menyalahkan pihak mana pun.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB menyusul apa yang disebutnya sebagai “insiden yang sangat serius yang dialami oleh pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.”

“Serangan semacam itu… tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” tulis Barrot di X.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang meninjau insiden tersebut untuk menentukan apakah korban jiwa tersebut berasal dari aktivitas IDF atau Hizbullah.

Sejak 1 Maret 2026, pertempuran antara militer Israel dan Hizbullah yang didukung Iran meningkat tajam di Lebanon selatan, di tengah perluasan operasi darat Israel dan memburuknya kondisi kemanusiaan.

kedutaan besar Iran merespon insiden ini dengan mengucapkan belasungkawa, dalam pernyataan resminya Iran menyampaikan duka sedalam-dalamnya.

Iran mengecam keras dan menyebutkan bahwa insiden tersebut adalah tindakan yang keji, Iran menilai bahwa kejadian tersebut merupakan dampak dari agresi Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat.

data terbaru pada hari ini 31 Maret 2026 yang dikeluarkan oleh kementrian pertahanan RI terkonfirmasi bahwa korban berjumlah 8 prajurit, dengan rincian 3 prajurit gugur dan 5 lainnya luka-luka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *