Porosnusantara.co.id| Palembang — Program Pascasarjana Peradaban Islam S3 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah kembali melahirkan seorang doktor baru. Kali ini, M. Saiyid Mahadhir, pendiri Ngajee, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul _“Difusi Inovasi Ngaji Lagu pada Masyarakat Ogan Ilir Sumatera Selatan”_ dalam sidang terbuka promosi doktor, Selasa, 31 Oktober 2025.
Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Hamidah, M.Ag, dengan promotor Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed dan co-promotor Dr. Muhammad Noupal, M.A.. Adapun tim penguji terdiri dari para akademisi terkemuka: Prof. Dr. Izomiddin, M.A, Prof. Dr. Muhajirin, M.Ag, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A, serta Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, M.A, yang juga dikenal sebagai Menteri Agama RI periode 2001–2004.
Dalam pemaparannya, Saiyid menjelaskan dengan sistematis gagasannya mengenai difusi inovasi Ngaji Lagu, hingga melahirkan teori baru yang ia sebut Culture Resonance Theory of Nagham (CReToN).
Teori CReToN menggambarkan bagaimana Ngaji Lagu atau Nagham al-Qur’an, sebagai sebuah sistem budaya dan spiritual yang kompleks, dapat tumbuh, berkembang, dan berevolusi melalui berbagai saluran komunikasi, hingga beresonansi dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan di masyarakat.
“Ngaji lagu, khususnya di Ogan Ilir, merupakan pintu utama dari sekian banyak pintu penyebaran keilmuan dan tradisi Islam Melayu. Saking melekatnya budaya ini, masyarakat tetap melantunkan ngaji lagu meski dengan tajwid yang belum sempurna, karena bagi mereka yang penting adalah belagu. Tradisi ini telah menjadi ritual yang hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat Ogan Ilir,” ujar Saiyid dalam pidatonya.
Menurutnya, ngaji lagu bagi masyarakat Ogan Ilir memiliki fungsi sosial dan spiritual, menambah nuansa religius, menjadi media dakwah melalui seni, melambangkan kemuliaan sebuah acara, serta memperkuat identitas keislaman masyarakat Melayu.






