Porosnusantara.co.id | Internasional – Kabar mengenai Voice of America (VOA) yang disebut tutup dan memecat seluruh pegawainya belakangan ini viral di media sosial. Namun, jurnalis VOA asal Indonesia, Patsy Widakuswara, meluruskan informasi tersebut melalui video penjelasannya.
Patsy, yang sejak 2018 dikenal sebagai anchor producer VOA Bahasa Indonesia dan kini menjabat sebagai VOA White House Bureau Chief untuk layanan Bahasa Inggris, menegaskan bahwa isu penutupan VOA adalah keliru.
“Saya akan meluruskan berita keliru yang akhir-akhir ini viral, bahwa VOA sudah tutup dan semua pegawai dipecat. Memang benar kami diperintahkan untuk mengeluarkan barang-barang pribadi dari kantor. Benar juga bahwa sejumlah pegawai kontraktor sudah di PHK. Namun, tidak benar bahwa VOA sudah tutup,” tegas Patsy.
Ia menjelaskan, pada Maret lalu hampir seluruh pegawai VOA, termasuk dirinya, dirumahkan atas perintah Presiden AS Donald Trump. Meski masih digaji, keputusan itu diambil karena pemerintah menilai jurnalisme independen VOA tidak sejalan dengan agenda politik Trump.
Merasa kebijakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip kebebasan pers, Patsy bersama sejumlah koleganya menggugat pemerintahan Trump. Gugatan itu dikenal dengan kasus Widakuswara v. Lake, di mana Patsy melawan Michael Pack dan Michael Lake—orang yang ditunjuk Trump untuk merestrukturisasi VOA.

Hasilnya, pengadilan distrik Washington DC memenangkan gugatan tersebut, meski kini masih dalam proses banding. Patsy dan rekan-rekannya juga melakukan advokasi ke Kongres untuk mempertahankan independensi VOA.
“Intinya, ini bukan akhir bagi VOA. Kami tetap berjuang demi jurnalisme independen yang dipercaya oleh 360 juta audiens di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” tegas Patsy.
Dengan klarifikasi ini, publik diharapkan tidak lagi terjebak isu yang menyebut VOA sudah berhenti beroperasi. Sebaliknya, perjuangan para jurnalis VOA masih terus berjalan demi menjaga marwah jurnalisme bebas di tengah tekanan politik.






