Stevi Ferdinandus Siap Rebut Sabuk WBC Continental

Stevi Ferdinandus Siap Rebut Sabuk WBC Continental

Jakarta-porosnusantara.co.id
Olahraga adalah salah satu variabel eksistensi sebuah bangsa dan negara.
Event olahraga yang bernaung dibawah asosiasi dengan berbagai tingkatanya menjadi target torehan prestasi para atlet Tinju Profesional yang bergengsi.
(Wawancara eksklusif redaksi porosnusantara.co.id dengan Petinju Profesional Stevi Ferdinandus peraih sabuk juara di berbagai asosiasi Tinju dunia) Jakarta/29/05/24.

“Saya meraih sabuk pertama PABA (Pan Asian Boxing Association) yang merupakan badan Tinju regional untuk wilayah Asia Pasifik. Sabuk WBA saya raih pada pertandingan di Indonesia, ” ungkap Stevi.

Sabuk itu dipertahankan cukup lama di kelas Welter Junior 63,5 Kg sampai dipertandingkan lagi di  Sydney Australia tahun 2012.
Pada saat itu kalah tapi menjadi juara sementara yang mendapat hak wajib tanding ulang (mandatory fight).

Tiga bulan kemudian bertanding lagi Melbourne Australia dan menang KO pada ronde kedua, tambahnya.
Setelah itu ambil juara IBO Asia Pasifik di Resorts World Sentosa Singapura 27 Mei 2017.
Kemudian berhasil meraih Sabuk WBC Silver 24 Januari 2019 bertanding lawan dari Thailand di Kodam III Siliwangi Bandung.
Selanjutnya raih sabuk WBC Inter Continental melawan Thailand dengan kemenangan KO ronde 8,tambahnya.

“Saya sempat bernaung dibawah Sasana Nelson Nainggolan namun masih manajemen sendiri, cari pertandingan sendiri dan ada sponsor dari perusahaan tempat saya bekerja dan menang KO ronde 5 memperebutkan Sabuk WBC,” beber Stevi.
Sempat juga jadi agen yang antarkan petinju ke luar negerinegeri, kerja sama dengan promotor yang butuh petinju dari Indonesia.
“Dari situ saya kumpulkan uang untuk ambil sabuk WBC Kontinental di Singapura pada tanggal 17 Agustus 2019,bertepatan dengan HUT RI sebagai hadiah untuk negara tercinta ini, ” lanjutnya.

“Untuk sabuk IBO saya mesti naik kelas ke 66 Kg untuk menantang juara bertahan yang belum pernah kalah dari New Zealand. Promotornya juga dari New Zaeland untuk bermain di Singapore dengan persiapan hanya 2 bulan dan akhirnya saya memenangi pertandingan itu, “terangnya.
Karena sabuk itu milik sang juara sebelumnya, bukan milik promotor, akhirnya sabuk itu dikirim ke Indonesia dan anehnya saya harus membayar bea masuk sebesar lima juta rupiah lebih, padahal sy tidak beli sabuk tersebut, ungkapnya.

” Pada tanggal 20 Juli 2024 mendatang saya akan bertanding di Singapore untuk merebut sabuk WBC Continental, saya berharap dapat bertemu atau audensi dengan Menpora untuk mohon dukungan dan doa seluruh rakyat Indonesia agar mampu mengumandangkan Indonesia Raya dalam pertandingan nanti, “pungkas Stevi.

(Red-JBL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *