Jakarta, porosnusantara.co.id
Beban hidup masyarakat, nampaknya akan semakin berat, belum hilang beban akibat kenaikan bahan sembako, minyak goreng dan bahkan BBM Pertamax, kini bakal di tambah lagi dengan rencana Pemerintah untuk menerapkan skema penyesuaian tarif listrik atau adjustment pada tahun ini, dengan alasan kebijakan tersebut merupakan implementasi dari langkah strategis jangka pendek sektor ketenagalistrikan untuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia, Selain itu juga sebagai langkah penyesuaian atau pengurangan penggunaan bahan bakar minyak dan tekanan APBN di sektor ketenagalistrikan, demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kepada awak media,Kamis, 14/4/2022 di Kementerian ESDM di Jakarta.
“Pada strategi jangka pendek rencana penerapan tarif adjustment atau tarif listrik tahun 2022 ini agar bisa dilakukan penghematan kompensasi sebesar Rp 7-16 triliun,” ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Menurutnya, Dalam situasi sekarang ini PLN akan melakukan optimalisasi pembangkit dengan bahan bakar domestik, dalam bentuk pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan untuk mengefisienkan biaya pokok penyediaan listrik sekaligus strategi energi primer perseroan.
“Dalam rangka untuk efisiensi, dan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap listrik maka diperlukan langkah percepatan pembangunan PLTS atap targetnya 450 megawatt di tahun 2022. Pembangunan pembangkit energi baru terbarukan dari APBN, antar lain PLTS atap, PLTMH, Apdal dan lain-lain, serta peningkatan efisiensi pemanfaatan energi,” tukasnya.
Menanggapi rencana Pemerintah untuk kenaikan tarif adjustment atau tarif listrik tahun 2022 tersebut, porosnusantara.co.id melakukan penelusuran pendapat dari masyarakat, beberapa saat kemudian, menjumpai salah seorang warga, sebut saja Bariyah (36) seorang ibu orang yang bekerja sebagai pedagang kopi keliling di sekitar Monas tak jauh dari kantor Kementerian ESDM, kepada porosnusantara.co.id, ia mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut dengan rencana Pemerintah tersebut, dan bahkan nampak dari raut wajahnya, rasa keheranan atas rencana kebijakan tersebut.






