Jakarta, Porosnusantara.co.id
kebijakan Panglima TNI yang membolehkan anak-anak yang orang tuanya terlibat PKI masuk menjadi anggota TNI, yang saat ini berkembang menjadi polemik di tengah kehidupan masyarakat, rupanya juga di tanggapi oleh MENKOPOLHUKAM Mahfud MD, ia mengatakan tidak pernah ada aturan yang melarang anak-anak yang orang tuanya terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI), masuk menjadi anggota TNI.
“Ya ndak papa itu kebijakan Panglima. Menurut saya normatifnya (pelarangan itu) tidak ada,” kata Mahfud MD Usai memberikan ceramah tarawih di Masjid UGM, Minggu (3/4) malam
Menurut Mahfud, dalam praktik pada masa-masa lalu itu ada. Misalnya dibuat aturan terkait dengan bersih lingkungan. Mahfud lebih lanjut mengatakan pada seleksi ideologi dapat diterapkan kepada semua calon, untuk mengetahui kecenderungan ideologinya, Sekarang semua kita bisa pilih orangnya, meski bukan keturunan PKI kalau ideologinya PKI ya jangan diterima kan gitu
Ditegaskan Mahfud, hingga saat ini, Indonesia masih menganggap PKI sebagai partai terlarang, komunisme tidak boleh menjadi dasar ideologi kita. Itu normatifnya begitu, TNI bukanlah institusi pertama yang membolehkan anak-anak PKI bergabung. untuk masuk menjadi ASN atau PNS, bahkan menjadi anggota legislative atau kepala daerah, tidak ada syarat yang melarang anak-anak PKI bergabung.
“”TNI itu hebat lho, TNI memiliki alat tes yang dapat mengetahui kecenderungan ke arah mana ideologi. alat yang digunakan itu ilmiah dan melalui uji yang cukup lama”pungkas Mahfud MD






