Jakarta – www.porosnusantara.co.id || Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak tiga tahun ke belakang telah memukul hampir semua sektor yang fundamental. Perekonomian dunia pun berjuang untuk tetap bergerak, tak terkecuali di Indonesia. Jutaan bisnis, termasuk bisnis F&B UMKM, berjuang untuk bertahan dari krisis di setiap harinya.
Berbagai kebijakan terkait pembatasan mobilitas berkali-kali telah diatur oleh pemerintah, yang tentu saja berdampak pada operasional bisnis UMKM F&B. Pelaku bisnis harus melakukan efisiensi demi kelangsungan hidup perusahaan, mulai pembatasan jam operasional, merumahkan karyawan, bahkan pahitnya hingga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para karyawannya.
Karena pandemi ini masih belum terprediksi jelas kapan akan berakhir, maka sejak 2021 lalu muncul wacana ‘berdamai dengan COVID-19’ atau dengan kata lain memasuki era New Normal atau kenormalan baru. Seperti kata pepatah, “Dalam bisnis bukan bicara siapa yang menang, tapi siapa yang mampu bertahan”. Agar bisnis F&B yang Anda geluti tetap “tahan gempuran” di masa new normal ini, Anda harus melakukan terobosan-terobosan baru yang lebih segar.
Bagaimana strategi untuk tetap bertahan sekaligus bisa berkembang di era baru ini? Melihat permasalahan tersebut, PT Magfood Amazy Internasional menyelenggarakan Amazy Conference dengan tajuk Strategi New Normal Babak II pada Sabtu, 12 Februari lalu melalui aplikasi Zoom. Acara ini diikuti oleh para Franchisee Amazy yang outletnya tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia. Kemudian dihadiri pula agen dan reseller Amazy Frozen Food. Acara ini sebagai pertemuan tahunan, sarana dalam melaporkan hasil kerja dan evaluasi tahun 2021, Perencanaan Marketing (Marketing Plan) dan strategi bisnis tahun 2022 sekaligus pembahasan mengenai strategi baru di era new normal.






