PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumbar menyatakan siap membantu Pemerintah Kota (Pemko)

Sawahlunto, Poros Nusantara –  untuk menjalankan kembali lokomotif uap E 1060 ‘MAK ITAM’. Sekaitan dengan itu, PT. KAI mendorong Pemko Sawahlunto untuk menghubungi Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, yang merupakan pihak bertanggung jawab untuk mengurus sarana dan pra sarana perkeretaapian. 

Sebab, dikatakan oleh Kepala PT. KAI Divre II Sumbar Insan Kesuma, yang mengunjungi stasiun kereta api kampung Teleng dan menemui Walikota Deri Asta, Rabu 04 September 2019, bahwa untuk persoalan teknis lokomotif uap E 1060 itu menjadi wewenang pihak KAI, namun untuk infrastruktur penunjang, terutama jalur rel dan lainnya, diurus oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI. ” Tadi kita sudah tinjau ke stasiun Kampung Teleng, kita menyimpulkan bahwa untuk kendala teknis di kereta (lokomotif) itu tidak terlalu banyak. Memang yang berat itu kendala di infsratruktur penunjang. Sementara infrastruktur penunjang ini perannya sentral sekali, karena kan manyangkut jalur rel dan lainnya. Kita harus pastikan jalurnya aman, baru bisa kita lepas kereta untuk berjalan diatasnya,” kata Insan, didampingi sejumlah jajarannya, usai pertemuan dengan Walikota Deri Asta, di Balaikota.

Dilanjutkan Insan, bila persoalan infrastruktur tersebut beres dibenahi, maka dalam waktu dekat kereta api legendaris ‘MAK ITAM’ bisa kembali dioperasikan sebagai kereta wisata. ” Kita secara prinsip tentu siap membantu Pemko, terutama dalam pariwisata dengan menghidupkan kembali MAK ITAM ini. Tapi ya itu tadi, sebelum menjalankan kembali lokomotif uap yang kaya sejarah ini, kami harus pastikan jalur rel dan segala macamnya aman dan memadai untuk dilalui loko E 1060 ini. Sehingga safety bagi kereta dan penumpangnya nanti terpenuhi dengan baik,” ungkap Insan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *