Poros Nusantara – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan agar ekspor pertanian kian digalakkan. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia, peluang usaha florikultura seperti anggrek untuk pasar domestik dan internasional terbuka lebar mulai dari jasa dekorasi, pertamanan hingga pariwisata. Cakupan pemasarannya juga dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis seperti dalam botolan, kompot, tanaman pot remaja atau dalam bentuk bunga potong. Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, Selasa (6/8) berkesempatan melepas 2000 tanaman anggrek untuk diekspor ke Jepang. Sebanyak 31 karton bertuliskan “ Made in Indonesia ” dengan isi masing – masing 40 tanaman siap diberangkatkan ke negeri sakura. Menariknya, hingga saat ini belum ada pesaing ekspor dari negara lain. Indonesia hingga kini masih mendominasi pasar internasional terkait ekspor anggrek.
” Potensi bisnis tanaman anggrek lokal masih sangat besar karena keunggulannya, yaitu ragam genetiknya yang belum tentu ada di negara lain. Oleh karena itu, pemerintah optimis permintaan akan aneka tanaman florikultura asal Indonesia akan selalu meningkat dan kebutuhan internal akan semakin terpenuhi,” ujar Liferdi.
PT. Ekakarya Graha Flora merupakan produsen anggrek terbesar di Indonesia yang secara konsisten mampu menjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitas pasokan kepada konsumen. Produsen anggrek yang berdiri sejak 1997 ini telah berlangganan mengekspor anggreknya ke Jepang dan Singapore. Selain ekspor, permintaan domestik juga terus meningkat terutama pada hari raya seperti Lebaran dan Natal.
Perusahaan ini memproduksi anggrek bulan (phalaenopsis), dan anggrek dendrobium dalam bentuk tanaman dan benih. Benih yang dihasilkan sangat membantu mengurangi impor sebanyak 30 persen. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian meningkatkan ekspor di berbagai sektor pertanian.” Anggrek yang kami ekspor ke Jepang adalah anggrek putih sedangkan ke Singapura ada yang merah dan putih. Harga tanaman anggrek yang diekspor senilai Rp 67 ribu per tanaman. Total nilai ekspor ke Singapura dan Jepang saat ini mencapai sepuluh ribu pohon,” ujar Direktur Marketing PT. Ekakarya Graha Flora, Joko As’ad.






