Belum ada Pesaing Ekspor, Indonesia Lepas Dua Ribu Anggrek ke Jepang

 
 

Dalam sambutannya, Liferdi mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian selalu mendukung kegiatan ekspor dan memastikan proses perizinan berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.“ Dulunya butuh waktu delapan hari, saat ini hanya membutuhkan waktu tiga jam. Kata kunci teknologi adalah mempermudah, mempermurah dan simple. Hanya mungkin dibutuhkan kebiasaan dan pengalaman. Sekarang kita ada di era 4.0, mau tidak mau, digitalisasi harus dilalui kalau tidak (kita) akan tertinggal,” ungkap Liferdi.

Menanggapi hal tersebut, Joko sangat setuju bahwa selama ini perizinan ekspor sangat dimudahkan dan tidak ada kendala. Dia merasakan justru sangat dipermudah.” Dengan sistem online sekarang, semua berjalan dengan baik, jadi tidak harus menunggu lama untuk perizinan. Untuk urusan dokumen, tidak ada masalah sama sekali, sangat membantu,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, produksi anggrek tiap tahun terus meningkat. Berdasarkan data BPS, produksi anggrek pada 2018 naik sebanyak 23,3 persen dibanding 2017. Begitu juga dengan nilai ekspor naik hingga 19 persen. Pada 2017, ekspor anggrek sebesar 43 ribu kilogram dengan nilai Rp 4,4 miliar. Sedangkan 2018, naik sebanyak 19 persen dengan volume mencapai 51 ribu kilogram dengan nilai hingga Rp 4,8 miliar.

_Perlakuan Anggrek Ekspor_

Perlu diketahui bahwa tanaman anggrek yang akan diekspor sudah mengalami proses khusus yaitu pengurangan penyiraman air dengan tujuan tanaman lemas dan tahan di dalam _packaging_. Anggrek yang akan diekspor sengaja dibuat tidak dalam keadaan segar karena beresiko patah saat dipacking. Namun demikian jika sudah sampai tujuan akan kembali segar lagi hanya dengan disiram kembali.

Tanaman anggrek yang akan diekspor pun belum berbunga karena tanaman akan dikirimkan ke _grower_ (petani). Jika tanaman berbunga di tempat tujuan ekspor maka usianya akan lebih panjang. Selain itu, anggrek juga memiliki kebutuhan khusus agar bisa berbunga, yaitu harus berada di ketinggian tertentu. Oleh karena itu, produsen membungakan tanaman anggrek mereka yang sudah berumur 18 bulan ke Sukabumi. Lalu, setelah empat bulan, tanaman akan berbunga.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *