PEWARNA Indonesia DKI Jakarta Gelar Rakerda 2026, Perkuat Sinergi dengan Pemprov dan BUMD

 
 

Sementara itu, Dr. H. Herman menekankan pentingnya peran keagamaan dan spiritualitas sebagai fondasi dalam mengawal kebijakan publik. Ia berharap umat beragama termasuk wartawan Nasrani senantiasa menjadi penjaga moral di tengah dinamika pemerintahan ibu kota.

I Ketut Indrayana menyoroti peran BUMD khususnya Bank Jakarta dalam menjalankan program CSR yang tepat sasaran, transparan dan benar‑benar menyentuh kebutuhan masyarakat Jakarta.

 

Moderator Rakerda diemban oleh Johan Sopaheluwakan, S.Pd., C.EJ., C.BJ., CLA‑D., CPC., CPI sedangkan MC dijabat Suwidodo.

Dalam keseluruhan Rakerda, para peserta sepakat bahwa PEWARNA DKI Jakarta memiliki peran strategis sebagai wartawan Nasrani untuk tidak hanya melaporkan kebijakan publik, tetapi juga mendorong sinergi yang sehat antara pemerintah, BUMD, dunia usaha dan masyarakat.

Para peserta juga menegaskan bahwa dana hibah maupun CSR harus dikelola secara bertanggungjawab, berbasis data, memiliki sasaran yang jelas serta sesuai dengan prinsip berkonstitusi NKRI.

“PEWARNA harus menjadi mitra yang kritis, konstruktif dan berintegritas, bukan sekadar menunggu dana,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi.

Rakerda berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Yayasan Komunikasi Indonesia Matraman Timur Jakarta.

 
Penulis: Axnes
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *