Polda Metro Jaya Dalami Motif Penembakan yang Libatkan Dua Anggota Polri di Pondok Cabe

 
 

Porosnusantara.co.id | TANGERANG SELATAN – Polda Metro Jaya masih mendalami motif kasus penembakan yang melibatkan dua anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. Penyidik belum dapat menyimpulkan motif kejadian tersebut karena masih mempertimbangkan kondisi psikologis pelaku.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

 

“Kami penyidik dalam hal ini masih belum bisa melakukan pendalaman yang komprehensif melihat situasi dan kondisi dari si pelaku. Artinya ini juga harus kita lihat, makanya kami belum bisa menyampaikan motif,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Insiden yang melibatkan Bharatu LFFL dan Bharada AR tersebut terjadi pada Jumat (16/10/2026). Budi memastikan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

“Pastinya olah TKP sudah dilakukan. Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan terhadap satu orang. Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain selongsong murni, senjata tajam, dan barang-barang milik pribadi,” ujarnya.

Kondisi Psikologis Pelaku Masih Diperiksa

Terkait dugaan adanya gangguan kejiwaan atau kondisi mental pada pelaku, Budi menjelaskan bahwa hal tersebut harus dipastikan melalui pemeriksaan medis oleh tenaga ahli. Menurutnya, kondisi psikologis seseorang tidak dapat disimpulkan hanya dalam waktu singkat.

“Terkait tentang kejiwaan, itu butuh proses. Ini masih berproses, makanya kami sampaikan butuh waktu karena tidak bisa satu hingga dua hari untuk mengenali psikologis seseorang. Nanti dokter ahli psikiatri yang akan menyampaikan,” kata Budi.

 
Penulis: Supriyadi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *