Pendamping BNPB juga menyampaikan bahwa penanganan kedaruratan di Kabupaten Solok menunjukkan perkembangan yang baik, terukur dan terarah. Evaluasi serta koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat, termasuk memastikan ketersediaan personel dan peralatan pendukung.
Dalam rapat tersebut, Forkopimda Kabupaten Solok secara keseluruhan menyatakan dukungan terhadap keputusan yang diambil dalam penanganan bencana berdasarkan hasil koordinasi dan pertimbangan bersama.
Bupati menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena proses penanganan masih membutuhkan waktu. Selama masa tersebut, pemerintah akan melanjutkan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak sekaligus melakukan kajian lebih mendalam untuk menentukan langkah berikutnya.
Selain penanganan fisik, keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Kondisi kawasan perkantoran akan dikaji lebih lanjut berdasarkan kondisi lapangan dan masukan dari berbagai pihak.
Untuk mendukung proses penanganan, Pemerintah Kabupaten Solok juga berencana mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4 miliar yang dipersiapkan untuk mendukung penanganan bencana hingga akhir tahun.
Bupati menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kebersamaan, kekompakan, kepedulian dan kerja bersama seluruh unsur.
“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir dalam penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” tutup Bupati.






