Zukri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka statistik dan laporan administratif.
Hal yang lebih penting adalah memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk warga di wilayah pedesaan dan daerah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“Pemerintah Kabupaten Pelalawan berkomitmen penuh untuk terus berbenah dan fokus memastikan hasil-hasil pembangunan dapat dirasakan langsung hingga ke pelosok desa,” tegas Zukri.
Dalam pidatonya, Zukri memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan data yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi Pelalawan pada 2025 mencapai 4,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Riau sebesar 4,74 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan tercatat sebesar 7,24 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,42 persen.
Capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan ekonomi dan sosial daerah. Meski demikian, pemerintah tetap menghadapi tantangan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan pemerataan pelayanan dasar.
Di bidang pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menghadirkan layanan Klik Pelalawan sebagai sarana pengaduan masyarakat terkait persoalan pembangunan sekaligus media komunikasi antara pemerintah dan warga.
Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi secara lebih mudah sehingga persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Zukri juga menegaskan sejumlah prioritas pembangunan, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kemiskinan ekstrem melalui bantuan sosial dan beasiswa pendidikan, penguatan pelayanan kesehatan, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan strategis dan konektivitas antarwilayah.






