Jefry juga menegaskan bahwa pengurus wilayah harus diberikan ruang untuk mengembangkan organisasi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing, tanpa mengabaikan garis koordinasi dan kebijakan organisasi secara nasional.
Konsolidasi Nasional K-Gibran se-Indonesia di Solo diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan dikukuhkannya 38 Ketua DPW, tantangan berikutnya adalah bagaimana seluruh jajaran pengurus mampu menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kerja organisasi yang nyata.
DPP diharapkan segera menyusun agenda lanjutan, termasuk deklarasi di tingkat provinsi, pembentukan kepengurusan kabupaten/kota, serta penyusunan program kerja yang dapat dilaksanakan secara konsisten.
Kehadiran Dewan Kehormatan K-Gibran, Ir. Joko Widodo, dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari momentum konsolidasi nasional ini.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya pengurus yang dikukuhkan, tetapi juga dari kemampuan membangun solidaritas, menjaga komitmen, memperkuat jaringan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Konsolidasi telah dilaksanakan. Pengukuhan telah dilakukan. Kini saatnya seluruh jajaran K-Gibran membuktikan komitmen melalui kerja nyata dari pusat hingga daerah.
Wartawan: Ng Siat Fong
Editor: Jefry SH






