Rutan Kelas I Depok Perkuat Pembinaan, dari Pendidikan hingga Keterampilan

 
 

Menurut petugas, kondisi psikologis warga binaan berbeda-beda. Terutama ketika seseorang baru masuk Rutan dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, sharing session dan komunikasi dengan warga binaan menjadi bagian dari pendekatan pembinaan.

 

Sidak hingga Tes Urine

Di sisi keamanan, Rutan juga melakukan inspeksi mendadak secara berkala. Pemeriksaan dilakukan secara internal maupun bersama pihak eksternal.

Dalam beberapa waktu terakhir, sidak disebut dilakukan dua sampai tiga kali dalam sepekan. Kegiatan tersebut juga disertai penyuluhan kepada warga binaan.

Pada 24 September 2026, Rutan menggelar kegiatan bersama TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pemeriksaan urine dilakukan terhadap petugas dan warga binaan. Berdasarkan keterangan pihak Rutan, seluruh hasil tes urine pada kegiatan tersebut dinyatakan negatif narkoba.

Namun, bagi pengawasan publik, hasil pemeriksaan tersebut tetap perlu didukung data jumlah orang yang diperiksa dan dokumentasi hasil pemeriksaan agar informasi yang disampaikan dapat diverifikasi.

Dorong Kemandirian

Pembinaan juga diarahkan pada keterampilan dan kesiapan warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

Program ketahanan pangan menjadi salah satu kegiatan yang sedang berjalan. Selain itu, warga binaan sebelumnya mendapat pelatihan pengolahan kopi.

Produk kopi kemudian ditampilkan melalui area food court Rutan. Produk dari kegiatan ketahanan pangan juga ditampilkan di area tersebut.

Rutan juga pernah memiliki kegiatan keterampilan seperti merajut, meskipun saat ini kegiatan tersebut belum berjalan kembali secara penuh.

Keberhasilan Harus Terukur

Pihak pembinaan menyebut keberhasilan program antara lain dilihat dari tingkat kehadiran, antusiasme dan perkembangan warga binaan.

 
Penulis: Supriyadi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *