Sementara itu, Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si., mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani dampak bencana di sektor pertanian. Menurutnya, Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah yang paling cepat mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan dukungan kepada Kabupaten Solok.
“Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit. Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh tambahan dukungan dari pemerintah pusat,” ungkap Dr. Liferdi.
Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Solok agar terus mengusulkan kebutuhan pembangunan irigasi melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri). Menurutnya, peningkatan anggaran pembangunan irigasi oleh pemerintah pusat menjadi peluang besar bagi daerah untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi, baik primer, sekunder, maupun tersier, guna mendukung peningkatan produksi pertanian.
Direktur Irigasi menambahkan bahwa bantuan Kementerian Pertanian kini disalurkan langsung kepada kelompok tani tanpa melalui pihak ketiga, sehingga manfaatnya dapat diterima secara maksimal oleh para petani. Ia juga mendorong pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah nagari untuk aktif menyampaikan usulan kebutuhan masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
Di akhir kegiatan, Bupati Solok kembali menyampaikan terima kasih atas kunjungan Direktur Irigasi beserta jajaran Kementerian Pertanian yang telah meninjau langsung kondisi pertanian di Kabupaten Solok. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan.






