Yusuf menambahkan, penataan objek wisata seperti Pulau Tilan dan destinasi strategis lainnya di Negeri Seribu Kubah tidak hanya berfokus pada estetika kawasan semata, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam mendongkrak perekonomian masyarakat lokal (multi-multiplier effect) serta membuka ruang pemberdayaan ekonomi kreatif bagi pemuda dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“HIPEMAROHI Pekanbaru memosisikan diri sebagai mitra kritis sekaligus strategis bagi pemerintah daerah. Aksi penghijauan yang kami lakukan hari ini adalah simbol kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan. Namun untuk tindak lanjut jangka panjang, kami mendorong Bupati dan jajaran Pemkab Rohil—khususnya Dinas Pariwisata serta Dinas PUPR—untuk berkolaborasi secara terpadu membangun sarana dan prasarana penunjang wisata,” tegas Yusuf.
Dalam agenda penanaman pohon tersebut, turut hadir Kepala Dinas PUPR Rohil Khoirul Fahmi, ST., jajaran Forkopimcam Tanah Putih, pihak pemerintah kepenghuluan, tokoh masyarakat, serta perwakilan dunia usaha.
HIPEMAROHI Pekanbaru menyambut baik kehadiran jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut, sekaligus berharap respons positif ini segera diwujudkan dalam bentuk program aksi nyata di lapangan.
“Kami ingin melihat Pulau Tilan dan destinasi wisata Rohil lainnya bangkit, tertata rapi, ramah lingkungan, dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Rokan Hilir. Mahasiswa siap berada di garis terdepan untuk mengawal serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkas Muhammad Yusuf.






