Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Balai Wilayah Sungai, serta instansi terkait segera melakukan uji kualitas air, mengukur tingkat sedimentasi, dan mengevaluasi dampaknya terhadap fungsi Bendungan Payu sebagai sumber irigasi.
Masyarakat juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menurut mereka, aktivitas usaha yang dilakukan di kawasan hulu harus tetap memperhatikan keberlangsungan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah hilir.
Sebagai bentuk harapan kepada pemerintah, warga mengusulkan tiga langkah prioritas, yakni melakukan verifikasi terhadap aktivitas di kawasan hulu sesuai ketentuan hukum yang berlaku, melaksanakan normalisasi Bendungan Payu apabila hasil kajian menunjukkan perlunya pengerukan sedimentasi, serta menata aktivitas pertambangan rakyat melalui mekanisme yang legal dan memperhatikan aspek lingkungan.
Warga menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi Bendungan Payu bukan ditujukan untuk mempersulit masyarakat yang mencari nafkah, melainkan untuk memastikan hak seluruh warga atas air bersih dan keberlangsungan sektor pertanian tetap terjaga. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah berbasis data dan hasil kajian ilmiah agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil dan berkelanjutan.
Penulis: Ahmad T., S.H.






