Ia menambahkan bahwa Jalan Lintas Kubu bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan urat nadi perekonomian masyarakat pesisir yang selama ini menopang aktivitas sosial, perdagangan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan distribusi hasil perkebunan.
“Masyarakat telah menunjukkan kesabaran yang panjang. Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh pihak, khususnya PT Pertamina Hulu Rokan, membuktikan komitmennya melalui realisasi pembangunan, bukan sekadar perencanaan. Kepercayaan publik hanya dapat dijaga apabila setiap janji yang disampaikan kepada masyarakat diwujudkan secara konsisten dan tepat waktu,” ujarnya.
Zahrul juga mengingatkan bahwa kredibilitas sebuah institusi tidak ditentukan oleh banyaknya pernyataan yang disampaikan, melainkan oleh tingkat kepatuhan terhadap komitmen yang telah dibuat di hadapan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Publik akan menilai bukan dari apa yang dijanjikan, tetapi dari apa yang dikerjakan. Karena itu, kami berharap tidak ada lagi ruang bagi penundaan maupun alasan-alasan teknis yang berpotensi menghambat pelaksanaan kesepakatan ini. Masyarakat Kubu dan Kubu Babussalam berhak memperoleh kepastian dan hasil nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama,” tutupnya.






