“Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi,” ujarnya.
Ferri mengatakan pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di berbagai daerah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan sehingga berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil.
“Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini,” katanya.
Terkait dampak pengunduran diri terhadap Partai Buruh, Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar di partai tersebut.
“Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya,” ujar Ferri.
Ferri juga menyebut Presiden Partai Buruh Said Iqbal telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis (25/6) malam.
Respons Said Iqbal
Merespons pengunduran diri sekjen partai, Said Iqbal menilai hal wajar adanya dinamika di tubuh Partai Buruh hingga berujung pengunduran diri. Namun, sambil memberi emoticon tersenyum, Said Iqbal tak banyak bicara soal jutaan anggota ikut mengundurkan diri.
“Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya, adalah hal yang biasa di partai buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya, biasa saja,” ujarnya kepada wartawan.






