“Melalui kegiatan ini kita sedang mempersiapkan generasi-generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan di masa depan. Anak-anak yang hari ini dikhatam dan diwisuda merupakan aset daerah yang harus kita bina bersama agar tumbuh menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berkarakter,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Khatam Al-Qur’an ke-38 menjadi bukti kuatnya sinergi antara masyarakat di ranah dan rantau dalam menjaga tradisi keagamaan serta membina generasi penerus bangsa.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Semangat persatuan tersebut, katanya, menjadi modal utama dalam mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
“Tidak ada jalan lain selain kita bersatu dan bergandengan tangan untuk mewujudkan harapan masyarakat. Generasi yang hari ini kita kukuhkan adalah generasi yang akan melanjutkan perjuangan dan pembangunan Kabupaten Solok di masa yang akan datang,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Solok turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah nagari, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan pendidikan keagamaan di Nagari Selayo.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi pengukuhan peserta Khatam Al-Qur’an ke-38 dan Wisuda RA Tahun 2026. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan upaya mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Solok yang unggul, religius, dan berdaya saing.






